
PENJELASAN ORGANISASI
Organisasi Kemahasiswaan adalah suatu wadah bagi mahasiswa untuk belajar berorganisasi dalam rangka pengembangan mahasiswa. Pola pengembangan mahasiswa yang dikeluarkan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi memberikan kejelasan sebagai berikut:
a.
Pada Perguruan Tinggi dibentuk organisasi mahasiswa (Ormawa) baik tingkat universitas, fakultas, jurusan, dan program studi yang masing-masing mempunyai tujuan khas yang ingin dicapai. Tujuan khas itu tidak terlepas dari visi dan misi perguruan tinggi.
b.
Kegiatan Ormawa baik tingkat universitas, fakultas, jurusan, dan program studi berorientasi pada peningkatan prestasi.
c.
Mekanisme pemilihan kepengurusan dari berbagai Ormawa di atas merupakan sarana pengembangan sikap demokrasi pada mahasiswa untuk mengemukakan pendapat secara rasional dan bertanggungjawab, menghargai orang lain yang mempunyai pandangan yang berbeda tanpa menimbulkan konflik atau permusuhan.
d.
Ormawa harus dikelola secara transparan demi tercapainya visi dan misi organisasi. Dalam mengelola organisasi dengan prinsip good governance, terutama dalam akuntabilitas, transparan, kesetaraan dan tertib hukum.
Organisasi kemahasiswaan di dalam kampus (Intra kampus) diatur oleh Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan No. 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan. Keputusan menteri tersebut di masing-masing perguruan tinggi dijabarkan dan dituangkan dalam petunjuk teknis dengan surat keputusan rektor. Di Universitas Negeri Padang penjabaran SK. Menteri tersebut disyahkan oleh Rektor, setelah sebelumnya dimusyawarahkan dan disepakati di lembaga mahasiswa tingkat Universitas yakni Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM).
Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam petunjuk teknis organisasi kemahasiswaan UNP berdasarkan keputusan rektor Nomor 55/J.41/KM/2004, kelembagaan mahasiswa terdiri dari, organisasi di tingkat universitas, fakultas dan jurusan/ program studi, secara lebih lengkap adalah sebagai berikut:
18
a.
Tingkat Universitas
1)
Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) sebagai organisasi legislatif dan normatif, penampung, penganalisis dan penyalur aspirasi mahasiswa di tingkat universitas.
2)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga pelaksana kegiatan (eksekutif) tingkat universitas dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai lembaga pelaksana kegiatan-kegiatan, penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa dan kepedulian sosial yang meliputi: Pengkajian dan Pengembangan Ilmu dan Penelitian, Palang Merah, Pramuka, Resimen Mahasiswa, Mahasiswa Pencinta Lingkungan Hidup, Kerohanian, Media Kampus, Komunikasi dan Penerbitan, Olahraga, Kesenian, Wadah Kajian Sosial Politik, dan Koperasi Mahasiswa.
b.
Tingkat Fakultas
1)
Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (BPMF) merupakan lembaga legislatif dan normatif sebagai penampung, penganalisisan dan penyalur aspirasi mahasiswa di tingkat fakultas.
2)
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) merupakan lembaga pelaksana kegiatan (eksekutif) di tingkat fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) merupakan unit yang memiliki spesialisasi pada bidang yang dibutuhkan oleh masing-masing fakultas.
c.
Tingkat Jurusan/ Program Studi
Himpunan Mahasiswa Jurusan/ Program Studi adalah organisasi mahasiswa yang berkedudukan di tingkat jurusan/ program studi yang bersifat penalaran dan keilmuan sesuai dengan jurusan/ program studi dan bidang ilmu masing-masing.
Sementara itu, di lingkungan mahasiswa juga dikenal organisasi di luar kampus (ekstra kampus) yang memiliki peran strategis dalam dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, khususnya pada kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa dalam percaturan dinamika kebangsaan. Kegiatan ekstra kampus ini juga sebagai upaya 19
membina dan melakukan proses pengkaderan bagi calon-calon pemimpin masa depan bangsa. Organisasi ekstra kampus ini tidak memiliki hubungan struktural dengan kelembagaan mahasiswa di kampus. Namun dalam percaturan lembaga mahasiswa nasional organisasi ekstra kampus ini memiliki jaringan yang cukup kuat dan dominan mewarnai dinamika kemahasiswaan di Indonesia sehingga banyak cendekiawan, pelaku bisnis, dan para pemimpin bangsa lahir dari proses pengkaderan pada organisasi ekstra kampus tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar